Tak Perlu Khawatir, Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah dengan Tasreh


Senin, 13 Mei 2024 – 21:18 WIB

VIVA Lifestyle – Masuk ke Raudhah dan berziarah ke makam Rasulullah Saw menjadi harapan setiap jemaah haji saat di Madinah. Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Ibadah pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah Efrilen Hafizh mengatakan bahwa jemaah haji Indonesia dapat memasuki Raudhah di Masjid Nabawi dengan menggunakan Tasreh.

Baca Juga :

Kloter Pertama, 360 Jemaah Haji Asal Kabupaten Asahan Berangkat ke Tanah Suci

“Jemaah haji Indonesia tidak usah resah karena masuk ke Raudhah itu difasilitasi oleh pemerintah melalui penerbitan surat Tasreh. Jemaah tidak harus mengisi dan mendaftar melalui aplikasi Nusuk secara pribadi,” ungkap Efrilen Hafizh di Kantor Daker Madinah, Selasa 13 Mei 2024, seperti dilansir rilis resmi Kemenag.

Hafizh mengatakan, fasilitas untuk masuk ke Raudhah akan diberikan secara kolektif kepada jemaah. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Baca Juga :

Tips Jemaah Haji saat Tinggalkan Hotel untuk Beribadah di Masjid Nabawi

Raudhah

Photo :

  • VIVA/ Lutfi Dwi Pujiastuti

“Di setiap kloter itu akan diterbitkan dua tasrih. Pertama, tasrih khusus untuk perempuan. Kedua, tasrih khusus untuk laki-laki,” jelasnya.

Baca Juga :

5 Pesan Ketum Muhammadiyah Untuk Jamaah Haji Indonesia

Ditambahkan Hafizh, pelaksanaan kunjungan ke Raudhah akan dilakukan paling cepat 3 hari setelah jemaah berada di Kota Madinah.

“Setelah diterbitkan, tasrih akan diteruskan ke Kepala Sektor Khusus Nabawi. Jadwal masuk Raudhah akan diinformasikan kepada petugas kloter melalui petugas sector. Sehingga jemaah tinggal datang pada jadwal yang sudah ditentukan,” papar Hafizh.

Antrean masuk Raudhah

Antrean masuk Raudhah

Photo :

  • VIVA/ Lutfi Dwi Pujiastuti

“Jemaah wajib sudah berkumpul di pintu Raudhah paling lambat 30 menit sebelum jadwal masuk. Petugas Seksus Nabawi akan memandu jemaah dan menyerahkan tasrih kepada petugas yang menjaga Raudhah,” sambungnya.

Kepala Daker Madinah telah bernegosiasi dengan pihak keamanan sektor Masjid Nabawi untuk memberikan dispensasi kepada petugas Sektor Khusus Nabawi agar dapat melakukan pendampingan terhadap jemaah haji yang masuk ke Raudhah.

“Penerbitan tasrih ini dilakukan oleh Kantor Daker Madinah dan diberikan validasi berupa stempel untuk menghindari duplikasi dan menunjukkan bahwa tasrihnya asli,“ tandas Hafizh.

Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi

Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi

Hafizh mengungkapkan bahwa layanan pemberian tasrih ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada Jemaah Haji.

Jemaah haji Indonesia mulai tiba di Madinah sejak 12 Mei 2024. Proses kedatangan ini akan terus berlanjut hingga 23 Mei 2024.

Halaman Selanjutnya

Source : VIVA/ Lutfi Dwi Pujiastuti

Halaman Selanjutnya



Leave a Comment